Ajakan Debat Terbuka Hujjah Aswaja di Kemenkeu

Baca Juga

MUALIM ASNAWI RIDWAN BERSEDIA UNTUK DEBAT ILMIAH SECARA TERBUKA MEWAKILI HUJJAH AHLUSSUNNAH WALJAMA'AH DI PENGAJIAN KEMENTRIAN KEUANGAN (KEMENKEU)

Ngajionline.net - Menyikapi ajaran pengajian di KEMENKEU yang beredar viral untuk menyesat-nyesatkan keumuman amalan Islam Ahlussunnah WalJama'ah di Indonesia yang meresahkan dan menimbulkan polemik, Mualim Asnawi Ridwan bersedia apabila diajak untuk diskusi dan debat ilmiah oleh para pengajar pengajian di kemenkeu (29/12).

Beliau menyampaikan hadist Rosulullah Shallallahu'alaihi wasalam, dalam  riwayat Imam Baihaqi dijelaskan, bahwa mayit dalam kuburan sangat mengharap doa dari orang-orang yang mengasihinya. Ia ibarat orang tenggelam yang membutuhkan pertolongan.

عن ابن عبد الله بن عباس قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ماالميت فى القبر الا كالغريق المتغوث ينتظر دعوة تلحقه من أب او أم او أخ او صديق فاذا لحقته كانت أحب اليه من الدنيا وما فيها وان الله عز وجل ليدخل على أهل القبور من دعاء أهل الأرض أمثال الجبال وان هدية الأحياء الى الأموات الاستغفار لهم

“ Dari Abdullah bin Abbas ia berkata:” Nabi SAW bersabda:” Tidaklah mayit dalam kuburan melainkan seperti orang tenggelam yang mengharapkan pertolongan. Ia menanti doa yang sampai padanya dari ayah, ibu, saudara, atau temannya. Ketika sampai, maka doa itu lebih ia cintai daripada duni dan seisinya. Sungguh Allah ta’ala memasukkan doa penduduk bumi sebesar gunung – gunung jeoada penghuni kubur dan sungguh hadiah orang – orng hidup kepada orang – orang yang telah mati adalah permohonan ampunan bagi mereka.” HR. Baihaqi.

Lebih jauh dia menjelaskan pendapat dari para ulama dari kalangan mereka sendiri, diantaranya:

Ibnu Taimiyah menyatakan:

قَالَ شَيْخُ تَقِيُ الدِّيْنِ أَحْمَدُ بْنُ تَيْمِيَّةِ فِيْ فَتَاوِيْهِ, اَلصَّحِيْحُ أَنَّ اْلمَيِّتَ يَنْتَفِعُ بِجَمِيْعِ اْلعِبَادَاتِ اْلبَدَنِيَّةِ مِنَ الصَّلَاةِ وَالصَّوْمِ وَاْلقِرَاءَةِ كَمَا يَنْتَفِعُ بِااْلعِبَادَاتِ اْلمَالِيَّةِ مِنَ الصَّدَقَةِ وَنَحْوِهَا بِاتِّفَاقِ اْلأَئِمَّةِ وَكَمَا لَوْ دُعِيَ لَهُ وَاسْتُغْفِرَ لَهُ( حكم الشريعة الإسلامية في مأتم الأربعين:۳۶)

“Syaikhul Islam Taqiyuddin Ahmad bin Taymiyah dalam kitab Fatwanya berkata, “pendapat yang benar dan sesuai dengan kesepakatan para imam, bahwa mayit dapat memperoleh manfaat dari semua ibadah, baik ibadah badaniyah (ibadah fisik) seperti shalat, puasa, membaca Al-Qur’an, atau ibadah maliyah (ibadah materiil) seperti sedekah dan lain-lainnya. Hal yang sama juga berlaku untuk berdo’a dan membaca istighfar bagi mayit.” (Hukm Al-Syariah Al-Islamiyah fi Ma’tamil Arba’in, 36).

Serta Ibnu Al-Qayyim yang berpendapat:

قَالَ ابْنُ قَيِّمِ اْلجَوْزِيَّةِ فَأَفْضَلُ مَا يُهْدَى إِلَى اْلمَيِّتِ أَلْعِتْقُ وَالصَّدَقَةُ وَاْلإِسْتِغْفَارُ لَهُ وَاْلحَجُّ عَنْهُ وَأَمَا قِرَاءَةُ اْلقُرْآنِ وَإِهْدَاءُهَا لَهُ تَطَوُّعًا بِغَيْرِ أُجْرَةٍ فَهَذَا يَصِلُ إِلَيْهِ كَمَا يَصِلُ ثَوَابُ الصَّوْمِ وَالْحَجِّ (الروح:۱۴۲)

“Ibnu Qayyim Al-Jauziah berkata, “Sebaik-baik amal yang dihadiahkan kepada mayit adalah memerdekakan budak, sedekah, istighfar, do’a, dan haji. Adapun pahala membaca Al-Qur’an secara suka rela (tanpa mengambil upah) yang dihadiahkan kepada mayit, juga sampai kepadanya. Sebagaimana pahala puasa dan haji” (Al-Ruh, 142).

Allah Ta'ala berfirman yang sebagaimana Tafsir Al-Khazin menerangkan bahwa orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan mendapatkan manfaat dari istighfar orang mukmin lainnya.

وَ إستغفر لِذَ نْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ (محمد:۱۹)

“Dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan”. (Muhammad:19).

Di dalam kitab dalil al falihin juz 6   halaman 251  diceritakan:
 (قال الشافعي رحمه اللّه: ويستحب أن يقرأ عنده شيء من القرآن) ليصيبه من الرحمة النازلة على القراء للقرآن نصيب (وإن ختموا القرآن) أي قرءوه (كله كان حسناً) لعظيم فضله.

Imam Syafi’I rohimahullah berkata: “ disunahkan membaca beberapa bagian ayat al-qur’an disamping mayit, agar mayit memperoleh rahmat yang turun karena bacaan al-qur’an dan jika membaca al-qur’an hingga khatam, maka itu adalah kebaikan karena kebesaran anugerahnya.

Dan Mualim terakhir menyampaikan nukilan dalam kitab Nihayah al-Zain disebutkan:

قَالَ ابْنُ حَجَرٍ نَقْلًا عَنْ شَرْحِ اْلمحُتْاَرِ:مَذْهَبَ أَهْلِ السُّنَّةِ أَنَّ لِلْإِنْسَانِ أَنْ يَجْعَلَ ثَوَابَ عَمَلِهِ وَصَلَاتِهِ لِلْمَيِّةِ وَيَصِلُهُ ( نهاية الزين: ۱۹۳)

“Ibnu Hajar dengan mengutip Syarh Al-Mukhtar berkata, “Madzhab Ahlussunnah berpendapat bahwa seseorang dapat menghadiahkan pahala amal dan do’anya kepada orang yang telah meninggal dunia. Dan pahalanya akan sampai kepadanya.” (Nihayah Al-Zain, 193). Allahu a'lam.

*Mualim Asnawi Ridwan
Adalah Alumnus Lirboyo, Pengasuh Pondok Pesantren Fashihuddin Depok, Wakil Ketua ASWAJA NU CENTRE Jawa Barat, Tim Lajnah Bahtsul Masail PBNU, dan Perumus Forum Musyawaroh Pondok Pesantren se-Jawa dan Madura.
Ajakan Debat Terbuka Hujjah Aswaja di Kemenkeu Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ngaji Online