Dikritik Banyak Pihak, Pemprov DKI Batalkan Pemberian Penghargaan untuk Diskotek Colosseum

Baca Juga

Ngajionline.net-Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi membatalkan penghargaan yang diberikan kepada diskotek Colosseum Club 1001 Jakarta.
Klub malam itu sebelumnya mendapat penghargaan dengan kategori tempat hiburan dan rekreasi. "Pemberian penghargaan Adi karya wisata 2019 kepada Colloseum dibatalkan," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov DKI Jakarta Saefullah di Balaikota DKI, Jakarta Pusat, Senin (16/12/2019).
Pembatalan penghargaan tersebut, menurutnya, berdasarkan rekomendasi dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta kepada kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) 10 Oktober 2019 lalu.
Pada rekomendasi dari BNNP DKI Jakarta itu, pada tanggal 7 September 2019 lalu ditemukan penyalahgunaan narkoba di diskotek Colosseum itu.
"Untuk itu Disparbud telah memanggil dan mengeluarkan surat teguran tertulis kepada pemilik usaha dan telah diminta untuk membuat pernyataan tertulis untuk lebih meningkatkan pengawasan yang intensif pada pengunjung," ucapnya.
Kemudian tim dari Disparbud juga tidak cermat dan tak ketat dalam melakukan penilaian untuk menentukan pihak yang mendapatkan penghargaan.
Selain itu, Surat Keputusan (SK) nomor 388 tahun 2019 tentang penetapan pemenang penghargaan Adikarya Wisata 2019 juga dibubuhi tanda tangan cetak dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
"Bukan tanda tangan basah [Anies Baswedan], tanda tangan Gubernurnya atas nama Pemprov DKI," klaimnya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengakui lalai dalam memberikan penghargaan Anugerah Adikarya Wisata 2019 kepada tempat hiburan malam Colosseum yang teletak di Kota Tua Jakarta Barat.
“Berdasarkan fakta tersebut, pemberian penghargaan kepada Colosseum dibatalkan," kata Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (16/12/2019).
Mantan wali kota Jakarta Pusat ini mengatakan, penghargaan Adikarya Wisata 2019 seharusnya diberikan kepada tempat usaha yang memberikan kontribusi banyak kepada Pemprov DKI.
Lagi pula kata dia, pemberian Penghargaan itu berdasarkan berbagai kriteria. 
“Proses penilaian meliputi ada seleksi administrasi, ada penilaian kinerja, ada penilaian akhir dengan mengunjungi tempat usaha," jelasnya.
Saefullah mengatakan, karena penghargaan itu sudah dicabut maka pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta bakal kembali kembali melakukan seleksi penerima penghargaan Adikarya
"Selanjutnya tentu ada prosedur dan kriteria penghargaan adikarya yang harus ditinjau kembali di masa yang akan datang," tuturnya.
Dengan adanya pembatalan penghargaan ini maka Saefullah membantah pernyataan sendiri. Pasalnya dia pernah ngotot menyebut tempat hiburan malam ini sudah bebas dari peredaran Narkoba, Prostitusi serta mentati Perda yang berlaku.
Pemberian penghargaan itu sebagai bentuk apresiasi Pemprov DKI kepada masyarakat yang taat kepada aturan yang dikeluarkan oleh Pemprov DKI.
"Artinya bahwa di tempat itu sudah tidak terjadi yang dilarang menurut Perda kita enggak ada perdagangan atau peredaran barang - barang adiktif, narkotika, sabu dan barang - barang lain yang dilarang," kata Saefullah di Balai Kota.

Dikritik Banyak Pihak, Pemprov DKI Batalkan Pemberian Penghargaan untuk Diskotek Colosseum Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ngaji Online