Gus Hans Rejoso: Ini Kenangan Kesederhanaan Gus Sholah yang Luar Biasa

Baca Juga

Gus Sholah, Sosok kyai bersahaja
Suatu hari, saya hendak mengadakan tasyakuran kecil-kecilan di rumah. Saat itu, baru ngetrend-ngetrend-nya BBM belum ada WhatsApp. Saya mencoba membuat undangan tanpa kertas, maka saya pun “membroadcast” cukup melalu media BBM. Salah satu yang saya share adalah Gus Solah. Pikir saya, yang penting doanya dari apa yang saya maksudkan itu sudah alhamdulillah. Tapi ternyata di luar dugaan, beliau berkenan hadir ke rumah bersama Ibu Nyai dalam acara tasyakuran kecil-kecilan tersebut.
Dalam kesempatan itu, beliau bercerita panjang lebar tentang pesantren terutama pesantren yang beliau asuh; Tebuireng. Beliau menyampaikan tentang rencana regenerasi di Tebuireng tentang siapa dan kapan.
Beliau adalah pribadi yang enak diajak berdiskusi karena tidak memposisikan diri “tinggi” dengan yang lain. Setiap kata memiliki makna, karena apa yang beliau ucapkan itu adalah yang beliau lakukan. Cara memandang terhadap bangsa jauh dari hal hal yang sifatnya pragmatis. Beliau bisa diterima di sayap kanan dan beliau juga bisa bergaul di sayap kiri. Cara pandangnya terhadap jamiyah Nahdlatul Ulama tampak nothing to loose.
Beliau adalah pribadi yang sudah selesai dengan hidupnya sehingga beliau merasa tidak ada beban untuk berbeda dengan yang lain jika beliau yakini benar.
Berkali-kali beliau menyampaikan syukurnya atas “capaian usia” yang melampaui kakaknya. Saya yakin beliau kini bersuka-cita karena kini sudah bisa bersama sama di alam sana.
Selamat jalan Kyai, rasanya belum selesai diri ini menimbah ilmu kesahajaan yang panjennengan miliki, tapi Allah sudah lebih dahulu memanggil. innalillahi wainnailaihi rojiun.
Penulis: KH Zahrul Azhar Hans, Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang.

Gus Hans Rejoso: Ini Kenangan Kesederhanaan Gus Sholah yang Luar Biasa Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ngaji Online