Gus Sholah, Tokoh yang Hangat dan Teman Diskusi yang Menyenangkan

Baca Juga

KH. Sholahuddin Wahid atau Gus Sholah bagi saya adalah figur yang bersahabat dan sangat baik. Beliau merupakan tokoh yang hangat dan teman diskusi yang menyenangkan.
Secara pribadi saya sebenarnya tidak terlalu mengenal beliau. Perjumpaan saya secara pribadi dengan beliau terjadi pada tahun 2003, saat menyusun skripsi mengenai Angkatan Udara Masa Kepemimpinan Sri Mulyono Herlambang (1965-1966). Kebetulan saya membutuhkan pandangan mengenai peristiwa G30S dari perspektif NU, dan beliau merupakan figur yang cocok memberikan gambaran secara netral.
Dari keterangan beliaulah, informasi lisan keluarga saya bahwa menjelang 1965 bahwa NU justru menjadi sasaran agitasi PKI, menemukan benang merahnya. Beliau punya niatan untuk terjun ke lapangan untuk mengumpulkan data2 mengenai orang-orang NU yang menjadi “korban” PKI. Beliau ingin arah sejarah berlangsung secara jujur, tidak menjadi ajang pembelaan yang terjadi secara serampangan. Sejarah tidak boleh dengan mudahnya sekedar membalikkan pelaku menjadi korban, dan korban menjadi pelaku. Niatan beliau kiranya kemudian terkabul dengan lahirnya buku “Benturan NU-PKI”, meskipun saya tidak masuk dalam tim tersebut.
Saat melanjutkan kuliah di Departemen Sejarah S2 FIB UI, saya sempatkan sowan ke rumah beliau. Memberi khabar dan memohon restu. Dan akhirnya, saat saya kebingungan mencari orang yang memberi rekomendasi pengajuan beasiswa Ford Foundation, beliau bersedia memberikan rekomendasi (satunya lagi Prof. Leirissa).
Selanjutnya, saya bertemu beliau, saat menyusun tesis mengenai AURI 1962-1966 serta dalam beberapa forum diskusi yang diadakan PBNU dan lainnya. Kunjungan terakhir ke rumah beliau di Mampang adalah untuk memberikan undangan walimah pernikahan di tahun 2008.
Sejak tahun 2008, agaknya beliau lebih sering di Jombang, karena bertugas menjadi pengasuh Pesantren Tebu Ireng (sejak 2006). Saya pun belum berkesempatan mampir ke sana untuk sowan kepada beliau. Untungnya, sesekali saya masih berkesempatan bertemu beliau di tempat-tempat diskusi dan seminar. Pertemuan terakhir dengan beliau, terjadi setahun silam di Museum Kebangkitan Nasional, saat mendiskusikan Hadratus Syeikh Hasyim Asy’ari. Kebetulan saya mendampingi beliau sebagai moderator seminar.
Saat mendengar wafatnya beliau, saya berduka. Saya bersaksi, beliau orang baik dan selalu memberi manfaat kepada orang banyak. Semoga Allah wafatkan dalam husnul khatimah, Allah ampunkan salah khilafnya dan terima amal baiknya.
Al Faatihah….
Penulis: Humaidi Syari’ati, Koordinator Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Jakarta.
Gus Sholah, Tokoh yang Hangat dan Teman Diskusi yang Menyenangkan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ngaji Online