Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kitab Imriti Nadhom dan Artinya. Bab Tanda-tanda I'rab Nashob

Imriti dan Terjemah Bab Tanda Nashob
 باب علامات النصب

BAB 'ALAMATIN NASHOB

للنصب خمس وهي فتحة ألف # كسروياء ثم نون تنحذف
Tanda i'rob nashob mempuyai 5 tanda yaitu fatkhah alif, kasroh, ya', terbuangnya nun
فانصب بفتح ما ضم قد رفع # إلاكهندات ففتحه منع
Nashobkanlah dengan fathah pada lafad-lafad yang di baca dhommah ketika di rofa'kan kecuali semisal lafadz هندات (jama' muannas salim) yang tidak boleh di baca fatkhah.
واجعل لنصب الخمسة الأسما ألف # وانصب بكسرجمع تأنيث عرف
Jadikan alif sebagai tanda I'rob nashobnya asmaul khomsah dan nashobkanlah jama' muannas salim dengan kasroh
والنصب فى الإسم الذى قد ثنيا # وجمع تذكيرمصحح بيا
l'rob nashobnya isim tasniyah dan jama' mudhakar salim adalah memakai ya'
والخمسة الأفعال حي ث تنتصب # فحذف نون الرفع مطلقايجب
Af'alul khomsah jika dibaca nashob maka , dengan membuang nun rofa' secara mutlak.

  Keterangan Nadhom:

  • للنصب; I'rob nashob memiliki lima tanda yakni fathah, alif, kasroh, ya' dan pembuangan nun. Seacara penyebutan, pengarang nadhom menyebutkan tanda nashob setelah tanda rofa' dikarenakan i'rob nashob dikhususkan untuk suatu kalimat yang perannya lidak terlalu berpengaruh dalam memberikan faedah pada suatu kalam atau yang biasa diistilahkan dengan fudlah. Sedangkan rofa' adalah i'rob yang dikhususkan untuk kalimat yang perannya sangat penting dalam memberikan faedah pada rangkaian suatu kalam atau kalam tidak akan dapat dimengerti apabila tidak ada kalimat tersebut seperti fa'il atau khobar. Dalam ilmu gramatika arab (nahwu) kalimat tersebut disebut tumdah.
  • الخ فتحة; Tanda i'rab nashob mendahulukan fathah daripada tanda-tanda yang Iain dikarenakan fathah adalah tanda asal bagi i'rob nashob. Setelah fathah, kemudian alif dikarenakan alif muncul dari fathah ketika harokat fathah dibaca panjang. Kemudian, tanda kasroh pada urutan ketiga dikarenakan harokat kasroh adalah sebagai ganti dari harokat fathah di dalam jamak muannats salim ketika dii'robi nashob sebagaimana fathah menggantikan harokat kasroh di dalam isim ghoiru munshorif saat beri'rob jer. Setelah itu, ya' diurutan keempat dikarenakan ya' adalah sebagai ganti dari harokat kasroh di dalam jamak mudzakkar salim dan isim tatsniyah ketika keduanya dii'robi jer. Dan diurutan terakhir, pembuangan nun sebagai tanda nashob dikarenakan tidak adanya kemiripan dengan Yang Iainnya. Pembuangan nun menjadi pengganti dari harokat fathah untuk i'rob nashob. Dikarenakan keberadaan nun menjadi tanda i'rob rofa' maka sebagai dampaknya apabila ia terbuang itu artinya pembuangan tersebut telah menjadi tanda untuk keberadaan i'rob nashob. Hal itu kalau menjadi amil untuk fi'il modlori' merupakan 'amil nashob.
  • مابضم قدرفع; Kalimat yang tanda i'rob rofa'nya menggunakan tanda dlommah adalah isim mufrod, jamak taksir, fi'il mudlori' baik fi'il mudlori yang huruf akhirnya berupa huruf shohih atau pun berupa huruf 'illat. Dikecualikan dari poin ini yakni jamak muannats salim sebab sekalipun i'rob rofa'nya dengan dlommah akan tetapi ketika ber'irob nashob maka tanda nashobnya adalah dengan kasroh.
  • واجعل لنصب; Maksud dari nadhom ini ialah alif menjadi tandanya i'rob nashob untuk asmaul khomsah ketika telah memenuhi syarat-syarat yang disebutkan di awal-awal  pembahasan.
  • وانصب بكسرجمع تأنيث; Maksudnya, jamak muannats salim apabila dinashobkan maka tanda nashobnya adalah dengan kasroh. Sebenarnya tanpa melihat pada alasan lain, jamak muannats salim mungkin untuk ditandai dengan fathah saat dii'rob nashob. Namun dalam pembahasan ini tolak ukurnya bukanlah pada mungkin atau tidak mungkin melainkan disebabkan oleh adanya alasan lain yakni agar terdapat kesesuaian (kesamaan) antara cabangan yaitu jamak muannats salim dan induknya yaitu jamak mudzakkar salim. Kesesuaian yang dimaksud dalam masalah ini yaitu penyamaan i'rob nashob pada i'rob jer atau yang biasa dibahasakan dengan hamlun nashbi 'alal jarri baik itu dalam jamak mudzakkar salim atau dalam jamak muannats salim. Selain itu, sebagaimana yang telah diketahui bahwa induk atau asal dari jamak muannats salim adalah jamak mudzakkar salim. Sementara jamak mudzakkar salim sendiri ketika dii'robi nashob maka ditandai dengan ya' sehingga wajar juga ketika jamak muannats salim i'rob nashobnya ditandai dengan harokat kasroh. Hal itu untuk menyesuaikan tanda nashob jamak muannats salim pada tanda nashob jamak mudzakkar salim karena hanya harokat kasroh Iah yang sesuai dengan huruf ya' yang menjadi tanda nashob untuk jamak mudzakkar salim. Terlepas dari hal yang di atas, ulama dari golongan kufah memperbolehkan mengi'robi nashob pada jamak muannats salim dengan tanda fathah secara mutlak.
  • والنصب فى الإسم الذى; Maksudnya adalah tiap isim tatsniyah dan jamak shohih atau jamak mudzakkar salim ketika i'rob nashob maka tanda nashobnya adalah dengan ya'. Dari Sisi pembacaan, perbedaan di anatara keduanya adalah kalau  isim tatsniyah huruf sebelum ya' dibaca fathah dan setelah ya' dibaca kasroh seperti lafadz زيدَينِ Sementara dalam isim jamak mudzakkar salim cara pembacaanya dengan kebalikan dari isim tatsniyah seperti lafal زيدِينَ. Kemudian, para ulama berbeda pendapat dalam menstatuskan ya' dan nun pada dua kalimat ini. Namun pendapat yang paling sering digunakan adalah status ya' dan nun adalah sebagai petunjuk untuk kesempurnaan isim dan sebagai petunjuk bahwa isim tersebut terpisah dari lafal setelahnya (tidak diidlofahkan).
  • والخمسة الأفعال; Maksudnya adalah afalul khomsah apabila dii'rob nashob maka tanda nashobnya adalah dengan terbuangnya nun yang menjadi tanda rofa'nya. Pembuangan nun pada afalul khomsah ini tanpa ada pemilahan. Artinya, tiap fi'il yang i'rob rofa'nya ditandai dengan nun maka i'rob nashobnya akan ditandai dengan pembuangan nun.

Post a comment for "Kitab Imriti Nadhom dan Artinya. Bab Tanda-tanda I'rab Nashob"