Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kitab Imriti Nadhom dan Artinya. Bab Tanda-tanda I'rab Bagian I

Imriti bab tanda-tanda i'rab

 باب علامة الإعراب
BAB ' ALAMATIL I'ROB I

 للرفع منها ضمة واو أليف ( ۳۲ ) كذاك نون ثابت لا منحديف

Tanda i'rob rofa' adalah dhomah, wawu, alif, begitu juga dengan nun yang menetap, tidak terbuang.

 فالضم في اسيم مفرد گأحمد ( ۳۳ ) وجمع تكسير گجاء الأعبد

Dhomah, menjadi tanda rofa ' di isim mufrod seperti lafadz ahmad, juga pada jamak taksir seperti pada a'budu

 وجمع تادأنيث كمسلمان ( ۳۶ ) وكل فعل معرب کيأتي

Kemudian pada jamak muannats (salim), dan pada tiap fi'il yang dapat dii'rob.

 والواو في جميع الذكور السالم ( ۳۵ ) گالصالحون هم أولو المكارم

Wawu, menjadi tanda rofa' dijamak mudzakkar salim, Seperti pada contoh: as sholihuna.

Keterangan Nadhom:

  • للرفع; Maksudnya adalah tanda rofa' ada kalanya yang asli dan ada juga yang berstatus far'i (cabanagan) yakni tanda rofa' pengganti dari yang asli. Kemudian kata rofu secara arti bahasa berarti luhur dan tinggi. Dan secara istilah, rofa' memiliki dua arti yang bermuara dari dua pendapat dengan latar belakang yang berbeda. Jika berpijak Pada pendapat yang mengatakan bahwa i'rob adalah lafdhi maka dikehendaki dari rofa' adalah subtansi atau dzatiyah dhomah dan yang dapat menggantikan dhomah. Dan apabila berpijak pada pendapat yang mengatakan bahwa i'rob adalah maknawi maka yang dikehendaki dari rofa' adalah suatu perubahan yang ditandai dengan harokat dhomah dan Yang menggantikan dhomah.
  • ضمة; Dhoma adalah tanda asli bagi i'rob rofa' sedangkan yang Iain adalah pengganti. Di urutan Kedua adalah wawu (واو) karena wawu merupakan suatu huruf yang muncul dari harokat dhomah ketika ia dibaca panjang. Bisa dikatakan wawu adalah anak dari dhomah, Selanjutnya pada umtan Ketiga adalah Alif (الف) dikarenakan huruf alif adalah saudaranya wawu dalam masalah pembahasan huruf mad dan huruf len. Kemudian urutan terakhir yakni Keempat adalah nun (نون ) Hal ini disebabkan Oleh lemahnya keserupaan nun dengan huruf illat (و، ا، ى ) ketika menyandang harokat sukun dalam bacaan ghunnah atau berdengung.
  • فالضم Nadhom ini ingin menjelaskan bahwa dhomah menjadi tanda rofa' dalam empat tempat, yakni isint Mufrod, jantak taksir, jamak muannats salint, fi'il mudlori' yang akhirnya tidak bertemu dengan sesuatu apapun. Dalam pembahasan i'ard  yang dikehendaki dari mufrod berbeda artinya dengan  mufrod yang terdapat di dalam pembahasan Iain sebab Yang  dikehedaki dari mufrod dalam pembahasan kali ini adalah  kalimat isim yang tidak berbentuk tatsniyah, jamak, isint yang disamakan dengan keduanya serta bukan pu termasuk dari anggota asma'ul khomsah. Dan Status Edaklahnu untuk kalimat isim dalam pembahasan ini tidakla dibedakan antara isim yang bisa menerima tanwin (munshorif) atau tidak, semua sama.
  • وجمع تكسير, Jamak taksir ialah sebuah kalimat yang mengalami perubahan dari bentuk mufrodnya baik perubahan itu terjadi disebabkan oleh adanya penambahan huruf, pengurangan huruf, perubahan harokat, penambahan huruf sekaligus perubahan harokat, penambahan huruf serta pengurangan sekaligus perubahan harokat secara bersamaan. Agar lebih jelas maka bisa diperhatikan contoh berikut sesuai dengan urutan proses perubahan yang disebutkan di atas:
  1. صنوان dari mufrod صنو
  2. تُخْمٌ   dari mufrod تُخْمَةٌ
  3. أُسُدٌ dari mufrod أَسَدٌ
  4. رِجَالٌdari mufrod رَجُل
  5. غِلْمَانٌ dari mufrod  غُلاَمٌ

  • وجمع تأنيث; Jamak ta'nits adalah kata lain dari jamak muannats salim. Secara definisi jamak ta'nits ialah kalimat yang dijamakkan dengan cara menambahkan huruf alif dan ta' di akhir kalimat baik nanti akan memberi dampak adanya perubahan pada bentuk mufrodnya atau tidak ada dampak perubahan. Contoh jamak muannats yangtidak menimbulkan perubahan pada bentuk mufrodnya adalah   مسلمةٌ yang dijamakkan menjadi مسلماتٌ untuk jamak muannats yang akan menimbulkan perubahan pada bentuk mufrodnya adalah بِنْتٌ yang dijamakkan menjadi بنَاتٌ
  • وكل فعل معرب; Maksudnya adalah tiap fi'il yang dapat di'irob maka rofa'nya dengan dhomah. Yang dikehendaki dengan fi'il yang dapat di'irob di sini adalah tiap fi'il mudlori' yang akhirnya tidak bertemu dangan dua nun tauhid yakni taukid tsaqilah dan taukid khofifah, baik berupa fi'il mudlori' yang shohih huruf akhirnya atau berupa mu'tal huruf akhirnya. Selain itu, agar fi'il ini tanda rofa'nya dapat ditandai dengan dhomah ia juga disyaratkan huruf akhimya tidak bertemu dengan dlomir tatsniyah, jamak atau pun dhomir muannats mukhothobah.
  • في جمع الذكور السالم; Maksudnya adalah isim jamak mudzakkar salim atau bisa juga diartikan kalimat yang memiliki arti banyak dan mufrodnya terhindar (selamat) dari perubahan. Kaitannya dengan i'rob adalah jamak mudzakkar salim apabila bermabal atau beri'rob r.ofa' maka akan ditandai dengan penambahan huruf wawu (واوan tidak memandang apakah jamak ini berasal dari mufrod isim 'alam atau mufrod isim shifat. Akan tetapi bila jamak mudzakkar salim berasal dari mufrod isim Zalam maka agar dapat di 'irob rofa' dengan tanda wawu disyaratkanlah harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

  1. Pertama, pada mufrod isim 'alam tersebut tidak terdapat huruf ta' yang berfungsi memuannatskan seperti ta' yang terdapat pada lafadz  طلحة
  2. Kedua, mufrod isim 'alam ini adalah 'alam yang ditujukan atau digunakan untuk lelaki sehingga lafadz seperti زينب tidak dapat dijamak mudzakkar salimkan sebab 'alam tersebut ditujukan atau digunakan untuk perempuan.
  3. Ketiga, mufrod isim 'alam ini adalah digunakan untuk sesuatu yang memiliki akal sehingga seperti lafadz tidak dapat dijamak mudzakkar salimkan sebab lafadz واشق tersebut digunakan sebagai nama untuk anjing.
  4. Keempat, mufrod isim 'alam tidaklah berbentuk kalimat yang bertarkib (tersusun) baik tarkib isnad seperti  برقَ نحْرُهُatau pun tarkib mazji seperti lafadz مَعْدِيْكَرِيْبَ 
  5. Kelima, mufrod Isim ' alam merupakan kalimat yang dapat dinakirohkan, maka tidak dapat dijamak mudzakkar salimkan seperti lafadz فلانٌ sebab lafadz tersebut memang berawal dari nakiroh sehingga tidak mungkin untuk dinakirohkan lagi. Kemudian, apabila jamak mudzakkar salim berasal dari mufrod isim sifat maka mufrod tersebut harus sesuai dengan ketentuan berikut:
  • Pertama, isim shifat harus berupa mudzakkar.
  • Kedua, isim shifat ditujukan untuk sesuatu yang berakal.
  • Ketiga, isim shifat harus tidak terdapat ta' yang menunjukkan muannats dan bukan pergantian dari huruf yang lain.
  • Keempat, isim shifat bukanlah shifat yang ikut wazan أفْعل yang muannatsnya ikut wazan فعْلاءَ
  • Kelima, isim Shifat bukanlah termasuk shifat yang ikut Wazan فلان dengan muannats berbentuk wazan .فعلى.
  • Keenam, isim Shifat bukanlah Shifat yang memiliki bentuk sama ketika muannats dan mudzakkar seperti kafadz صبورٍ

Post a comment for "Kitab Imriti Nadhom dan Artinya. Bab Tanda-tanda I'rab Bagian I"