Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kitab Imriti Nadhom dan Artinya. Bab Muqoddimah II

Imriti Bab Muqoddimah
مقدمة

MUQODDIMAH II

نظمتها نظما بديعا مقتدي # بالاصل فى تقريبه للمبتظي
Dengan alasan di atas, maka saya membuat nadhom indah namun masih mengikut, pada kitab asal (Ajurrum) dalam kemudahan memberikan kefahaman kepada pemula.
وقد حدفت منه ما عنه غنى # وزدته فوائدا بها الغنى
Saya hilangkan keterangan yang perlu dihilangkan, dan
 faidah-faidah yang perla saya tambahi.
متمما لغالب الأبواب # فجاء مثل الشرح للكتاب
Meniberikan penyempurna disebagian besar bab, sehingga nadhom ini terkesan seperti syarah (penjelasan lebih lanjut) untuk sebuah kitab.
سئلت فيه من صديق صا دق # يفهم قولى لاعتقاد واثق
Dalanl membuat nadhom jni sebenarnya saya hanya dimintaoleh seorang kawan yang faham akan perkataanku atas dasar i'tikadnya (keyakillannya).
أذالفتى حسب اعتقاده رفع # وكل من لم يعتقد لم يرتفع
Hal itu dapat dibenarkan sebab seorang lelaki bisa mendapat kemuliaan faktor utamanya adalah keyakinan, dan tiap orang yang tidak memiliki keyakinall maka sulit dia akan mendapat kemuliaan.
فنسأل المنان أن يجيرنا # من الريا مضاعفا أجورنا
Saya hanya memohon kepada Maha Pemberi Anugerah agar melindungi kita, dari pamer serta akan melipat gandakan pahala untuk kita.
وأن يكون نافعا بعلمه # من اعتنى بحفظه وفهمه
Dan agar ilmu yang terkandung dalam Nadhom ini dapat memberikan manfaat, Pada orang yang bersungguh 
sungguh dalam menghafalkan dan memahaminya

Keterangan Nadhom:

  •  Pada Jafadz بعد terdapat beberapa cara untuk membacanya: Pertama, bisa dibaca dengan huruf dal berharokat dhomah (بعدُ). Karena lafadz tersebut telah terjadi pembuangan mudlof ilaih namun makna-nya tetap dikira-kirakan. Kedua, dengan membaca Fathah atau Nashob pada huruf ddal-nya ( بعدُ) dan kedudukannya (tarkibnya) sebagai dhorof. Karena di dalam lafadz tersebut terdapat mudlof ilaih yang dibuang dan yang dikira-kirakan adalah lafadz mudlof Ilaih itu sendiri bukan makna-nya. Ketiga, dengan membaca kasroh atau jer pada huruf dal-nya ( Karena mengira-ngirakan mudlof ilaih dan i'rob jernya disebabkan oleh huruf jer yang terbuang yakni huruf min. Keempat, dengan membaca tanwin fathah atau nashob pada huruf dal ( بعدًا). Kalau memang mudlof ilaih-nya terbuang dan tidak mengira-ngirakan apapun baik itu makna atau lafadznya mudlof ilaih.
  • على الكلام المختصر (Kalam mukhtashor ); Menurut sebagian, kalam mukhtashor ialah sebuah kalam yang untaian katanya sedikit akan tetapi di dalamnya tersirat banyak makna. Menurut imam Syuja'i kalam mukhtashor memiliki dua pengertian yakni secara bahasa dan secara istilah. Menurut beliau, secara bahasa Kalam mukhtashor adalah kalam yang untaian katanya sedikit akan tetapi di dalamnya tersirat banyak makna. Dan secara istilah adalah kalam yang sedikit atau pendek baik memuat banyak makna atau sedikit atau bahkan seimbang antara lafadz dan maknanya.
  • كراسة لطيفة (Kurasan Tipis); Yang dimaksud dari kurasan di sini adalah kitab yang dikenal dengan nama Ajurumiyah. Pengarangnya adalah Abu Abdillah Muhammad ibn Muhammad Ibn Daud AshShonhaji, seorang Ulama yang bermukim di Maroko. Beliau terkenal dengan sebutan ibn Ajurrum yang dalam arti bahasa Barbar adalah seseorang bersahaja yang sufi.
  •  مثل الشرح (Menyamai Syarah); Syarah secara Bahasa berarti terlengkap dan secara istilah berarti lafadz-lafadz tertentu yang disusun sebagai penjelas lafadz-lafadz tertentu yang lain dan penyusunannya menggunakan metode yang tertentu pula.
  • صديق صادق(Kawan Sejati); Dalam bahasa Arab, ada beberapa bentuk yakni Shodiq, Kholil, Habib, Shohib yang dalam bahasa Indonesia kesemuanya dapat berarti "Kawan" 
  1. Shodiq, artinya seorang kawan yang merasa senang saat kita senang dan ikut bersedih saat kita sedih.
  2. Kholil, artinya seorang kawan yang senang saat kita senang dan ikut bersedih saat kita bersedih serta kecintaanya terhadap kita bisa dirasakan ditiap sendi badan kita.
  3. Habib, artinya seorang kawan yang senang saat kita senang dan bersedih saat kita bersedih serta kecintaanya terhadap kita bisa dirasakan dan untuknya kita juga berani mengorbankan harta kekayaan kita.
  4. Shohib, artinya seorang kenalan yang lama kita hidup bersamanya. Kalimat Shohib ini lebih umum dibandingkan dari tiga kalimat yang lainnya.
  • بحفظه وفهمه(Hafal dan Faham); Maksudnya bahwa hafal saja tidak cukup untuk mencari sebuah kemanfaatan. Dan fahatll saja juga kurang sempurna tanpa disertai hafal terhadap apa yang difahami.

Post a comment for "Kitab Imriti Nadhom dan Artinya. Bab Muqoddimah II"