Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Habis Manis Sepah Dibuang, Netizen Menunggu Tanggapan Prabowo Subiyanto

Tanggapan Prabowo Atas Kasus Pembunuhan 6 Laskar FPI
Beberapa hari ini ada kejadian yang sangat membuat kita menepuk dada, yaitu terjadinya penembakan enam Laskar FPI yang dilakukan oleh kepolisian disaat mereka mengawal HRS di tol Cikampek.

Kejadian ini menjadi trending topik di media sosial, banyak masyarakat menyayangkan atas kejadian ini karena dinilai melanggar HAM. Bahkan hampir setiap saat TV Nasional menanyangkan pemberitaan yang sekarang sudah ditangani oleh Komnas HAM ini.

Setelah sekian hari menjadi pemberitaan media, baik elektronik, cetak maupun media online ada satu hal yang ditunggu-tunggu oleh warganet, yaitu sikap Prabowo Subiyanto yang notabeni merupakan Cawapres dipemilihan Presiden pada pemilu 2019 yang didukung oleh FPI.

Sampai saat ini sudah ribuan warganet yang mengetuwit tentang sikap Prabowo yang sampai saat ini masih bungkam atas kasus yang juga melibatkan para Habaib, terutama Habib Rizieq Shihab.

"@prabowo @Dahnilanzar pak pak bangun ...bangun....boboknya kelamaan ...tuh syuhada kami... yang dulu beri suara sama kawal suara bapak dibantai....kenapa bapak diem aja??? Bapak sakit ?,"cuit akun @Masnugr23643607.

"Pak @prabowo tidak kah terketuk hati anda untuk mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya 6 orang FPI... mungkin mereka semua saat Pilpres dengan sukarela juga ikut mengawal Kotak suara dan berjuang untuk anda πŸ™πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­Cc Bang @Dahnilanzar," sambung akun @LisaAmartatara3

"Asalamualaikum pak menhan @prabowo

Bapak pasti lagi sibuk bnget ya ,aku rindu aja si pak, sekalian mau tanya ni ,kok bisa ya pak ada orang yang membunuh terus memfitnah, padahal kan fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan,aku ga bisa diam pak,ketika ada kedzoliman kek giniπŸ₯ΊπŸ˜Š," tulis akun @leman_woyo yang dikutip Rabu (8/12/2020).

Ya, memang begitulah politik. Sebelum jadi wakil rakyat atau masih dimasa pemilihan mereka yang ingin menjadi wakil rakyat bisa menghalalkan segala cara bahkan memanfaat kelompok tertentu untuk memuluskan tujuan mereka, hinga setelah pemilihan berlalu sikap mereka tak ubahnya seperti yang pepatah katakan "habis manis sepah dibuang".

Berlangganan via Email