Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Tauhid Uluhiyah yang Harus diketahui oleh Seorang Muslim

Fungsi Tauhid pada Allah

 Fungsi tauhid Uluhiyyah ialah menumpukan (niat dan maksud) hanya kepadaNya dengan mengamalkan ibadah dhahir serta mengikhlaskan hati sebagai tanda bahawa semua maksud dan tujuan hidup hanya kepada Allah SWT.

Ada beberapa hal yang boleh dikategorikan dalam fungsi tauhid Uluhiyyah, di antaranya:

  • Keikhlasan untuk bermahabbah (cinta) kepada Allah SWT.

Seorang hamba tidak wajar mengambil tandingan bagi (menyekutukan) Allah dalam kecintaan, hingga dia mempunyai kadar Cinta yang sama dengan yang selainNya, atau bahkan lebih mengutamakan

cintanya kepada yang selainNya berbanding kepada Allah. Barang siapa yang melakukan hal seperti ini, maka dia termasuk ke dalam golongan orang-orang musyrik.

Allah SWT. berfırman:

"Dan di antara manusia ada orang yang menyembah pada selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Orang-orang beriman amat hebat cintanya kepada Allah. Dan seandainya orang-orang yang berbuat dhalim mengetahui ketika mereka melihat azab (pada hari kiamat), bahawa kekuatan kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat azabNya (niscaya mereka menyesal). "(Al-Baqarah: 165)

Banyak jenis dosa yang menyebabkan pelakunya menyekutukan Allah. Salah satu perbuatan maksiat yang tergolong dalam kategori syirik besar dan tidak akan mendapat keampunanNya kecuali dengan bertaubat ialah mengambil tandingan di Sisi Allah serta mencintai tandingan itu sebagaimana mencintaiNya. (Lihat Syarh Qasidab Ibnul Qayyim juz II hal 268).

Sebagai hamba yang Cinta kepada penciptanya, kita seharusnya melakukan ibadah hanya kepada Allah SWT. bukan berarti harus sepenuhnya menepikan Cinta kepada ibu bapa, anak-anak, harta benda dan Iain-lain hal keduniaan. Bukan itu yang dimaksudkan oleh keterangan di atas. Hal yang dituntut dari seorang Muslim ialah agar menempatkan kecintaannya kepada duniawi (apa pun bentuknya) di bawah kecintaannya kepada Allah.

Oleh sebab itu, orang-orang yang beriman kepada Allah mestilah dapat menempatkan cintanya kepada Allah itu di atas segala-galanya, sehingga kerana nilai agama mereka berani berkorban dengan segala bentuk pengorbanan untuk kepentingan perjuangan di jalanNya.

Jika Cinta kepada yang selain Allah lebih diutamakan dan ditempatkan di atas Cinta kepada Allah, rasulNya dan berjihad di jalanNya, maka Allah akan memberikan adab yang pedih kepadanya.

Allah SWT. berfirman:

"Katakanlah: Jika bapaK-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu hawatir keniagaannya dan tempat tinggal yang kamu sukai lebih kamu cintai daripada Allah, rasulNya dan (dari) berjihad di jalanNya, maka tunggulah Allah (akan) mendatangkan keputusanNya. Dan Allah tidak akan memberi hidayah kepada orang-orang fasik. " (Al-Taubah: 24)

  • Supaya dapat menumpukan tujuan hanya kepada Allah dalam hal berdoa, berharap, bertawakal dan sebagainya.

Dengan kata lain, orang Mukmin yang benar harus menumpukan doa-doanya, harapan dan lain-lainnya hanya kepada Allah kerana hanya Dialah yang mampu dan berkuasa untuk menerima semua.

 Allah SWT. fırman:

"Dan janganlah kamu menyeru apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudarat kepadamu selain Allah, şebab jika kamu berbuat (yang demikian), maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang dhalim. (Yunus: 106)

Dalam ayat lain, Allah berfirman:

"Dan hanya kepada Allah kamu berserah jika kamu orang yang beriman. (Al-Maidah: 23)

Marilah kita renungkan pula kandungan ayat yang berikut:

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, kerana mengharapkan rahmat Allah dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Mengasıhi. " (Al-Baqarah: 218)

  • Agar dapat menumpukan satu-satunya tujuan hanya kepada Allah disertai perasaan takut kepada adzabNya yang pedih.

Sudah menjadi kewajiban seorang Mukmin meyakini dengan sepenuh hati bahwa sebagian makhluk mendapat mudarat dariNya dan hal ini terjadi kerana kehendak dan kudrat Allah. Jika seseorang meyakini bahawa mudarat itu juga boleh datang dari selainNya (makhluk), atas kehendak dan kekuasaan tersebut hingga dia merasa takut kepadanya, maka sikapnya ini menyebabkan dia menjadi syirik kerana menyekutukan Allah.

Walaupun begitu, kita perlu memahami bahawa takut yang berkaitan dengan ibadah berbeda dengan takut berkaitan dengan fitrah:

  1. l . Takut dalam pengertian ibadahnya hanya sah dan berpahala jika ditujukan kepada AllahSWT, manusia meyakini bahawa datangnya mudarat hanya atas kehendak dan kekuasaan Allah semata-mata, sedangkan yang selainNya tidak mampu memberikan mudarat sedikit pun kepada sesama makhluk.
  2. Takut secara fitrah, takut yang berlaku secara tiba-tiba yaitu apabila berhadapan dengan sesuatu yang menakutkan, seperti takut kepada binatang buas. Allah berfirman:"Jika Allah menimpakan suatu kemudaratan kepada kamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolaknya. Dia memberikan kebaikan kepada sesiapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya dan Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani. (Yunus: 107)
  3. Wajib menumpukan tujuan satu-satunya kepada Allah dalam bentuk ibadah zahir., Umpamanya kita harus dapat menumpukan tujuan salat, rukuk, sujud, puasa, penyembelihan hewan dan berbagai ibadah qauliyah (ucapan) seperti nazar, istighfar dan sebagainya. Dan juga bentuk ibadah wajib ditujukan hanya kepada Allah dan ikhlas keranaNya. Barang siapa yang  menyimpang dari ketentuan itu (ibadahnya tidak ditujukan kepada Allah), maka dia telah syirik.

Allah SWT.Sberfirman:

"Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik bagi siapa saja yang dikehendakiNya. Siapa saja yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. (Al-Nisa': 11)

Berlangganan via Email